MENSTRUASI DAN KEHAMILAN

Metode Klinis untuk Memperkirakan Usia Kehamilan

Riwayat Menstrusi

Usia kehamilan selama ini diperkirakan dari tanggal terakhir menstruasi, dengan asumsi pembuahan terjadi pada hari 14  dalam siklus tersebut.   Kemungkinan kekeliruan dari asumsi ini adalah bahwa waktu ovulasi berbeda-beda dalamkaitannya dengan siklus menstruasi, berbeda antar siklus maupun berbeda antar individu.   Cara ini cenderung menghasilkan overestimasi.   Lebih buruk lagi, wanita hamil tidak bisa memberikan informasi yang bermakna tentang menstruasi terakhir mereka, dan meski bisa menyebutkan dengan pasti, 18% diantaranya terbukti berbeda antara tanggal menstruasi dan tanggal ultrasonografi.    Akurasi riwayat menstruasi pada wanita dengan riwayat oligo-ovulation, seperti mereka yang mengalami polycystic ovarian syndrome,  patut dipertanyakan. Bila pembuahan terjadi selama kontrasepsi oral atau long-acting progestogens, menstruasi terakhir tidak bisa digunakan karena tidak ada hubugnannya dengan waktu ovulasi.

Tanggal Tes Kehamilan

Mengetahui tanggal tes  kehamilan positif pertamakali   membantu memperhitungkan usia kehamilan minimum, tergantung pada sensitivitas uji tersebut.  Informasi ini berguna dalam praktik klinis bila temuan tes dicatat dengan baik oleh pelaku perawatan kesehatan.

Kehamilan setelah teknik-teknik reproduksi berbantu

Tidak jarang dokter diminta menangani kehamilan yang diakibatkan oleh fertilisasi in vitro or inseminasi intrauterine.  Usia kehamilan dari fertilisasi in vitro bisa dikalkulasi dengan tepat sejak saat embryo replacement; namun, konsepsi mungkin tertunda selama beberapa hari pada kehamilan yang disebabkan oleh inseminasi intrauterine.

Pemeriksaan klinis

Ukuran uterus bisa diukur dengan memeriksa pelvic atau dengan  palpasi perut.   Ukuran bisa menyesatkan bila ada multiple pregnancy, uterine fibroids, atau  full bladder. Pengukuran tinggi symphysis-fundus bisa berguna hingga gestasi 28-30 minggu, selebihnya menjadi tidak akurat untuk menentukan tanggal.

Persepsi gerakan janin

Persepsi gerakan janin (percepatan) pada pasien adalah tanda lanjut kehamilan. Seiring dengan perkembangan tes kehamilan dan ultrasonografi, metode tersebut tidak banyak berarti secara disgnostik.

Memperkirakan Tanggal Kelahiran

Untuk mengetahui hari perkiraan lahir atau HPL dokter harus tahu panjang median  kehamilan normal dan menstruasi terakhir atau estimasi usia kehamilan dengan ultrasonografi.   Ibu harus tahu bahwa hanya 4% bayi lahir sesuai HPL.   Memajukan 2 mingu atau menambah 1 minggu dari HPL boleh juga.  Pada kehamilan normal, masa kehamilan tidak banyak dipengaruhi oleh karakteristik ibu, tapi wanita yang mengalami obesitas cenderung melahirkan posterm.

Pada wanita dengan siklus regular dan menstruasi terakhir yang sudah pasti, HPL diperhitungkan dengan menambahkan 7 hari pada hari pertama menstruasi terakhir dan ditambah 9 bulan. Data yang diperhitungkan berdasarkan menstruasi terakhir sering tidak akurat karena waktu ovulasi bisa sangat bervariasi dalam kaitannya dengan terjadinya menstruasi.   Juga, lama siklus antar wanita bervariasi, berubah-ubah dari satu siklus ke siklus lain, dengan simpangan baku kurang lebih 2,5 hari.   Karena ada kecenderungan siklus anovulatory pada wanita seperti itu, maka kesalahan estimasi usia kehamilan jauh lebih besar.

Memperkirakan Usia Kehamilan dengan Ultrasonografi

Sejak diperkenalkan di awal tahun 1970 an, ultrasonografi merupakan teknik yang paling akurat. Keunggulan ultrasonografi lain adalah terdeteksinya kehamilan ganda (multiple pregnancies) dan abnormalitas janin, dan identifikasi placenta previa.

Pada awal trimester pertama, ketika belum tampak ada struktur, usia kehamilan bisa diperkirakan dari diameter sac, dengan mengukur mean sac diameter (MSD),  dengan menghitung rata-rata diameter ke 3 sac. Metode lain yang lebih sederhana adalah menambahkan 30 pada ukuran sac dalam millimeter, menyatakan usia kehamilan dalam hari.  Ketika embrio sudah tampak maka diameter sac tak lagi akurat.

Bila aktivitas jantung bisa terdeteksi tapi embrio belum bisa diukur, usia kehamilan sekitar 5,5-6,0 minggu.

Usia kehamilan  pada trimester pertama biasanya dihitung dari crown-rump length (CRL) janin.

Korelasi CRL dan GA sangat bagus hingga sekitar amenorrhea 12 minggu. Tidak ada perbedaan jenis kelamin atau warna kulit, tapi karakteristik ibu seperti usia dan merokok, mungkin punya pengaruh signifikan setelah gestasi 10 minggu. Estimasi GA memiliki interval keyakinan 95% plus minus 6hari, dan paling akurat antara amenorrhea 7 dan 10 minggu.

Transabdominal ultrasonography bisa mengurangi estimasi usia kehamilan rata-rata 1,6 hari dibandingkan dengan transvaginal ultrasonography. Pengukuran diameter biparietal  antara kehamilan minggu  ke 9 and 13 sama akuratnya dengan CRL, dengan kesalahan acak lebih kecil.

Ultrasonography pada trimester kedua

Fetal biometry pada trimester kedua bisa menghasilkan estimasi usia kehamilan yang lumayan akurat dari 12 sampai sekitar 22  minggu amenorrhea. Akurasi ultrasonographic biometry pada  kehamilan 12-14  minggu paling tidak sama baiknya dengan biometry  setelah 14  minggu.   Parameter terbaik adalah biparietal diameter (BPD) dan  head circumference (HC).

Panjang femur (FL)  juga hampir sama akuratnya dengan pengukuran kepala.   Perbedaan warna kulit pada FL signifikan, tapi perbedaan pada HC tidak.  Perkiraan GA dengan BPD atau HC memiliki interval keyakinan 95% plus minus 8 hari.

Ultrasonografi pada trimester ketiga

Fetal biometry pada trimester ketiga cenderung bervariasi antar individu dibandingkan trimester kedua. Akurasi GA menurun tajam, dengan interval keyakinan plus minus 3 minggu. Kehamilan akibat fertilisasi in vitro  menunjukkan bahwa scan trimester ketiga jauh lebih akurat dari yang diduga, dengan kesalahan acak  8-9 hari, atau setara dengan interval keyakinan plus minus 2 minggu.

Konfirmasi maturitas janin juga bisa diperoleh dengan memeriksa pusat-pusat osifikasi. Distal femoral epiphysis tampak pada usia rata-rata 32-33  minggu, tap bisa juga 29 minggu. Ukurannya meningkat seiring dengan usia kehamilan. Diameter distal femoral epiphysis lebih dari 7 mm menunjukkan usia kehamilan lebih dari 37 minggu. Penampakan proximal tibial epiphysis menunjukkan usia kehamilan paling tidak 35 minggu. Terdeteksinya proximal humeral epiphysis dengan sonografi berkorelasi dengan maturitas profil paru amniocentesis.

Kombinasi Tanggal Menstruasi dan Ultrasonografi

Sering dilakukan kombinasi tanggal menstruasi terakhir dan tanggal ultrasonografi yang dikenal dengan cara 10-hari atau 7-hari. Tujuannya adalah menghilangkan kesalahan penentuan tanggal menstruasi.   Asumsinya, tanggal menstruasi lebih disukai daripada tanggal ulstrasonografi.   Metode ini belum diyakini keunggulan metode ini. Kecuali janin diduga mengalami abnormalitas anatomi, tanggal ultrasonografi bisa digunakan untuk seluruh kehamilan bila ada scan pada setengah kehamilan pertama. Namun, mengkombinasikan tanggal menstruasi dengan tanggal ultrasonografi masih banyak dipraktekkan di Australia.

Signifikansi Klinis Perbedaan antara tanggal menstruasi dan  ultrasonografi

Perbedaan lebih dari 7 hari antara tanggal menstruasi dan tanggal ultrasonografi dijumpai pada 25% wanita, dan lebih banyak dalam kasus dengan BMI >30,  dimana perkiraan tanggal sering mundur.   Risiko bedah sesar meningkat dari 10%  ketika usia kehamilan berbasis-ultrasonografi melebihi estimasi berbasis menstruasi-terakhir sebesar 4 hari sampai 60% ketika perbedaan meningkat menjadi 21 hari pada wanita nulliparous.  Juga, untuk setiap hari estimasi berbasis-ultrasonografi melebihi estimasi berbasis menstruasi terakhir, berat lahir lebih tinggi sebesar 9,6 g. perbedaan lebih dari +7 hari juga bisa terjadi dari lamanya interval antara menstruasi terakhir dan pembuahan.   Wanita-wanita ini, khususnya wanita multiparae,  berisiko lebih tinggi mengalami persalinan sebelum waktunya (preterm),  dengan OR 1,9.

 

 

Leave a Reply