RASA CEMAS PADA ANAK

Rasa takut dan kecemasan yang hanya berlangsung sementara adalah bagian yang normal dalam perkembangan anak; namun, bagi sejumlah anak, karena dianggap wajar, kadang-kala kita tidak menyadari  bahwa kecemasan tersebut merupakan suatu gangguan (Muris, Merckelbach, Mayer, & Prins, 2001). Tingkat kecemasan yang tinggi dan stabil  mengakibatkan terganggunya fungsi pada anak,  yang diekspresikan dalam bentuk menghindari kegiatan-kegaitan di sekolah, enggan bergaul dengan teman dan tidak mau melakukan tugas-tugas yang sesuai dengan tahap perkembangannya (Abano, & Detweiler, 2001; Bell-Doan & Brazea, 1993).

DSM-III menyebutkan tiga gangguan kecemasan pada anak dan remaja yaitu separation anxiety disorder (SAD) atau gangguan kecemasan untuk berpisah; gangguan berupa menghindar pada anak-anak dan remaja; dan overanxious  disorder (OAD) atau gangguan kecemasan yang berlebihan.

Penelitian tentang gangguan kecemasan pada anak masih tertinggal dibandingkan dengan penelitian psikopatologi pada orang dewasa, dan  ada sejumah isu yang memerlukan perhatian lebih lanjut. Pertama, gangguan kecemasan  adalah diantara gangguan-gangguan psikiatrik yang paling umum dan paling lazim pada anak-anak (Achenbach, Howell, McConaughy, & Stanger, 1995; Costello & Angold, 1995; Gurley dkk., 1996; Shaffer dkk., 1996), dan merupakan alasan utama mengapa anak dan remaja dirujuk untuk mendapatkan layanan kesehatan jiwa (Beidel, 1991).

Kedua, riset telah menunjukkan adanya dampak negatif kecemasan pada berbagai faktor psikososial, seperti kinerja akademik, fungsi keluarga, dan fungsi sosial (Dweck & Wortman, 1982; Ialongo, Edelsohn, Werthamer-Larsson, Crockett, & Kellam, 1994; 1995; Strauss, Frame & Forehand, 1987; Turner, Beidel & Costelo, 1987).

 

Ketiga, data empiris secara konsisten mendukung temuan-temuan bahwa gangguan-gangguan kecemasan  memliki onset dini pada anak-anak dan remaja dan menjadi kronis ketika memasuki masa dewasa (Achenbach dkk., 1995; Ferdinand & Verhulst, 1995; Klein, 1995; Pine dkk., 1998).  Riset menunjukkan bahwa gejala-gejala kecemasan bisa memburuk seiring waktu (Kendall, 1994) dan menimbulkan akibat-akibat yang serius pada orang dewasa, seperti gangguan kecemasan berkelanjutan, depresi mayor,  keinginan bunuh diri, dan perawatan inap karena gangguan psikitarik (Achenbach dkk., 11995; Alloy, Kelly, Mineka & Clement, 1990; Ferdinand & Verhulst, 1995; Woodward & Ferguson, 2001).

 

Penerjemah Kedokteran www.bahasadokter.com

Leave a Reply