BENTUK KECEMASAN PADA ANAK

Kecemasan bisa terjadi dalam beberapa bentuk. Pada DSM-IV (American Psychiatric Association, 1994), dikatakan bahwa anak-anak bisa mengalami  salah satu dari sembilan gangguan kecemasan: SAD, panic disorder, agoraphobia, generalized anxiety disorder (GAD), yang meliputi apa yang dulunya disebut OAC), social phobia,  specific phobia (sebelumnya disebut fobia sederhana), OCD, posttraumatic stress disorder, dan acute stress disorder. Gangguan-gangguan ini  semuanya ditandai dengan kecemasan sebagai ciri utamanya, yang diekspresikan melalui reaksi perilaku, reaksi fisiologis, dan reaksi kognitif yang khas. Yang membedakan antara satu kecemasan dengan kecemasan lainnya adalah  fokus kecemasan si anak.

Menurut DSM-IV ciri utama SAD adalah kecemasan dan rasa takut yang berlebihan  untuk berpisah dari rumah atau dengan orang-orang yang mana anak itu merasa dekat. Kecemasan seperti itu tidak sesuai dengan usia anak dan tahap perkembangannya, meskipun kecemasan akan perpisahan adalah fenomena perkembangan yang normal dari sekitar 7 bulan sampai 6 tahun (Bernstein & Borchardt, 1991).

Anak-anak dengan SAD sering takut bahwa orang tuanya akan cedera karena keceakaan, diserang orang, atau karena bencana, atau bahwa mereka seniri akan tersesat  atau diculik sehingga tidak akan pernah ketemu orang tua lagi. Sangat umum terjadi pada anak-anak kecil yang mengalami SAD dimana mereka mengatakan  bahwa mereka mengalami mimpi buruk yang berisi tema-tema perpisahan (Bell-Dolan & Brazeal, 1993); namun mimpi buruk juga berhubungan dengan simptom-simptom SAD pada remaja (Nielsen dkk. , 2000).

Anak-anak dengan SAD juga suka menghindar.   Bila simptom nya ringan mereka meminta orang tua mereka selalu ada saat ditelepon selama jam-jam sekolah, atau mudah dihubungi saat mereka berada di luar rumah. Anak-anak ini juga selalu ragu-ragu untuk keluar rumah dan sangat suka bertanya tentang jadwal. Bila simptomnya sedang,  mereka menolak tidur menginap atau keluar rumah dan berpisah beberapa jam dengan orang tua mereka. Anak-anak kecil suka tak mau lepas dari gendongan, mengikuti dari ruang ke ruang lain, sedangkan anak yang lebih besar enggan meninggakan rumah atau bertemu dengan teman tanpa didampingi oleh orang tua mereka (Bell-Dolan & Brazeal, 1993). Bila gejalanya berat mereka menolak masuk sekolah atau tidur di kamar mereka sendiri, dan cenderung ingin selalu dekat dengan orang tua mereka sepanjang waktu.

SAD paling sering ditemukan pada anak-anak pra-puber (Bowen, Offord, & Boyle, 1990; Kashani & Orvaschel, 1988), walau sebenarnya bisa terjadi pada usia berapa pun (Bell-Dolan & Brazeal, 1993; Nielsen dkk. , 2000).   Francis dkk (1987) menemukan perbedaan gangguan ini pada umur yang berbeda tapi tidak menemukan perbedaan pada gender .   Anak-anak pra-puber (5-8 tahun) paling sering mengatakan takut terluka, mengalami mimpi buruk, atau menolak berangkat ke sekolah; anak-anak usia 9-12 menunjukkan ketegangan yang berlebihan pada saat berpisah; dan remaja (13-16) paling sering mengemukakan keluhan-keluhan somatik dan menolak pergi ke sekolah. Anak-anak yang lebih kecil mengemukakan gejala-gejala yang lebih banyak daripada remaja.

 

Supriyono Suroso

Sumber: Terjemahan dari “CHILD ANXIETY DISORDERS”

Leave a Reply