DEPRESI DAN GEJALANYA

Secara umum gejala-gejala yang spesifik dalam depresi berat adalah sama pada anak dan remaja (Mitchell dkk. , 1 988; Ryan dkk. , 1987).   Yang membedakan adalah bahwa remaja yang depresi memiliki angka hypersomnia yang lebih tinggi daripada anak-anak yang depresi (Kovacs, 1996).

Terlepas dari kriteria diagnostik formal,  mungkin ada perbedaan-perbedaan ekspresi depresi pada tahap-tahap perkembangan yang berbeda. Anak-anak kecil yang depresi, khususnya anak prasekolah dan praremaja, cenderung tidak melaporkan adanya dysphoria subyektif dan keputusasaan (Ryan dkk. , 1987); tapi mereka menampakkan depresi (Carslon & Karshani, 1988). Juga, anak-anak kecil yang depresi berkecenderngan lebih besar menyatakan keluhan somatis yang tidak berdasar dan berlebihan (Kashani, Rosenberg, & Reid, 1989; Ryan dkk. 1987). Anak-anak yang lebih kecil juga menunjukkan    lebih banyak sifat mudah marah, tidak kooperatif, apati, dan tidak menunjukkan minat atau tidak tertarik pada sesuatu (Kashani, Holcomb, & Orvaschel, 1986).

Sejumlah penelitian  menunjukkan peningkatan simptom seiring pertambahan usia, termasuk anhedonia, retardasi psikomotor, dan variasi diurnal, sedangkan sejumlah simptom menurun seiring pertambahan usia, diantaranya penampakan depresi, keluhan somatik, dan harga-diri yang rendah ( Carlson & Kashani, 1988). Ktika membandingkan kelompok anak kecil dan remaja  dengan sampel orang dewasa, Mitchell dkk. (19988)  menemukan perbedaan yang sama untuk harga-diri, keluhan somatik, dan variasi diurnal, dan juga menemukan bahwa pasien depresei dewasa melaporkan rasa bersalah yang lebih rendah dan lebih banyak terjaga dari tidur terlalu pagi serta kehilangan berat badan dibanding anak-anak kecil yang depresi. Meningkatnya kemunculan simptom-simptom vegetatif dan melankolik bisa jadi disebabkan oleh depresi yang lebih berat pada orang dewasa (rawat inap) daripada  sampel anak kecil dan remaja, yang merupakan campuran antara pasien rawat inap dan rawat jalan.

Pola-pola gangguan komorbid agak berbeda pada usia yang berbeda.   Anak kecil dan remaja-muda yang depresi  berkecendrungan lebih besar dibanding remaja-lanjut yang depresi  dalam menunjukkan gangguan ansietas separasi (pemisahan) , sedangkan remaja melaporkan lebih banyak gangguan makan dan gangguan penyalahgunaan obat (Fleming & Offerd, 1990).   Jenis-jenis ansietas lain, dan  gangguan kekurangan perhatian dan perilaku disruptif, tampaknya ada bersamaan dengan  depresi untuk anak kecil maupun remaja.

sumber: Terjemahan dari “Social and Emotional Disorders”

Leave a Reply