DAMPAK BURUK KEKERASAN FISIK

JURNAL KESEHATAN JIWA

Kapasitas anak yang mengalami kekerasan untuk menekan atau mengingkari rasa sakitnya sendiri dan rasa sakit anak lain, ketidakmampuan mereka untuk mengungkapkan perasaan, labil dan impulsifitas mereka, distorsi mereka terhadap realitas, persepsi mereka terhadap ancaman dimana sebenarnya tidak ada ancaman, dan kecenderungan mereka untuk mengungkapkan kemarahan dengan tindakan dan bukan dengan kata-kata bisa menjadi suatu gaya adaptasional yang berlangsung terus menerus.

DAMPAK KEKERASAN FISIK PADA SYARAF

JURNAL KESEHATAN JIWA

Perubahan-perubahan neuroanatomis dan neurofisiologis yang disebabkan oleh kekerasan fisik bisa secara langsung menurunkan kemampuan anak mengekspresikan perasaan-perasaan dalam kata-kata. Anak-anak yang mengalami kekerasan tampaknya kurang bisa berempati, yang sepertinya diakibatkan oleh ketidakmampuan mengungkapkan ekspresi yang disebabkan oleh trauma yang disertai dengan meningkatnya ambang batas nyeri atau sakit.

KEKERASAN PADA ANAK

JURNAL KESEHATAN JIWA

Hingga saat ini orang tua tetap merupakan pelaku kekerasan yang utama. Perlakuan buruk yang paling umum dilakukan oleh orang tua perempuan. Sekitar 60% korban telah ditelantarkan, sedangkan 21,3% mengalami kekerasan fisik dan 11,3% mengalami kekerasan seksual.

HADIAH DAN HUKUMAN BAGI ANAK

JURNAL KESEHATAN JIWA

Orang tua kadang menghukum anak agar si anak menghentikan perilaku yang tidak dikehendaki, padahal sebaliknya anak lebih mudah belajar dari hadiah. Pemberian hadiah secara ekstenal bisa bewujud (permen, mainan) atau tidak berwujud (senyum, pujian, pelukan, perhatian lebih).   Bila dilakukan secara konsisten, anak akan bisa menciptakan hadiah internal, yaitu merasa senang melakukan sesuatu yang benar. [...]

MANFAAT BERMAIN BAGI ANAK

JURNAL KESEHATAN JIWA

Bermain adalah pekerjaan anak-anak kecil, dan merupakan bagian dari perkembangan mereka, bukan hanya sekedar hiburan. Melalui bermain, anak merangsang indera, belajar menggunakan otot mereka, mengkoordinasikan pandangan dengan gerakan, menguasai tubuh mereka, dan membangun kemampuan-kemampuan baru. Para peneliti mengkategorikan permainan anak berdasar isinya (apa yang dilakukan anak ketika mereka bermain) dan dimensi sosialnya (apakah mereka bermain sendiri atau dengan anak lain).

DEPRESI DAN GEJALANYA

ARTIKEL KEDOKTERAN JIWA JURNAL KESEHATAN JIWA

Secara umum gejala-gejala yang spesifik dalam depresi berat adalah sama pada anak dan remaja (Mitchell dkk. , 1 988; Ryan dkk. , 1987).   Yang membedakan adalah bahwa remaja yang depresi memiliki angka hypersomnia yang lebih tinggi daripada anak-anak yang depresi (Kovacs, 1996). Terlepas dari kriteria diagnostik formal,  mungkin ada perbedaan-perbedaan ekspresi depresi pada tahap-tahap [...]

BENTUK KECEMASAN PADA ANAK

ARTIKEL KEDOKTERAN JIWA JURNAL KESEHATAN JIWA

Kecemasan bisa terjadi dalam beberapa bentuk. Pada DSM-IV (American Psychiatric Association, 1994), dikatakan bahwa anak-anak bisa mengalami  salah satu dari sembilan gangguan kecemasan: SAD, panic disorder, agoraphobia, generalized anxiety disorder (GAD), yang meliputi apa yang dulunya disebut OAC), social phobia,  specific phobia (sebelumnya disebut fobia sederhana), OCD, posttraumatic stress disorder, dan acute stress disorder. Gangguan-gangguan [...]

HIPNOTIS

JURNAL KESEHATAN JIWA

Selama ini kita mengenal hipnotis dengan konotasi buruk.     Kita sering menghubungkannya dengan kejahatan. Istilah populer yang sering kita dengar adalah gendam, yaitu mempengaruhi kesadaran orang lain dengan tindakan atau sugesti tertentu dengan maksud merampas harta benda yang dimiliki korban. Belakangan, hipnotis juga diperagakan secara terbuka, sebagai suatu petunjukan dengan tujuan menghibur: di jalanan [...]

GANGGUAN BAHASA PADA ANAK AUTIS

JURNAL KESEHATAN JIWA

Lee, Hobson, dan Chiat (1994) meneliti penggunaan kata ganti pada para remaja  yang mengalami gangguan autis  dan melaporkan adanya kecenderungan  mereka menyebut si peneliti dan diri mereka sendiri menggunakan nama dan bukan dengan kata ganti diri. Anak-anak ini mengalami kesulitan menggunakan kata ganti diri (saya, anda, kami, mereka, dia) sepanjang hidup mereka, meskipun ada perbaikan [...]