BAHASA DAN KEBOHONGAN IKLAN

ARTIKEL ETIKA BISNIS

Rasetiti merasa terkecoh ketika melamar di perusahaan yang memasang iklan lowongan kerja sebagai ‘Staf Kantor’. Dibenaknya dia akan bekerja semacam karyawan administrasi, atau resepsionis, atau sekretaris. Ternyata dia istilah itu hanya permainan bahasa. Dia hanya akan ditempatkan sebagai tenaga pemasaran. Suatu pekerjaan yang sangat tidak diinginkannya! Sebelumnya dia juga menjadi korban permainan bahasa. Perusahaan itu membutuhkan calon tenaga kerja, dengan syarat mengikuti pendidikan siap kerja. Ternyata , ini permainan bahasa sebuah lembag a pendidikan untuk merekrut peserta kursus. Istilah pendidikan siap kerja tidak berarti menyalurkan tenaga kerja, hanya membekali keterampilan agar siap kerja.

PERMAINAN BAHASA DALAM KONTRAK

ARTIKEL ETIKA BISNIS

Di karcis parkir kendaraan tertulis kontrak yang bertuliskan ”Barang hilang atau rusak ditanggung sendiri.” Di rak barang pecah belah supermarket tertera tulisan “Pecah berarti membeli.” Saat menandatangani perjanjian atau kontrak kredit di bank, kita dipaksa menyetujui klausul ”Debitur tunduk kepada peraturan yang sudah berlaku dan yang akan ditetapkan kemudian.” Dan masih banyak lagi peraturan yang ditetapkan sepihak oleh pelaku usaha untuk melindungi kepentingan mereka. Dengan bahasa tulis penjual barang atau jasa bisa memaksa orang lain tunduk dan patuh pada peraturan yang mereka buat.