MENGAPA ANAK PANIK

Gangguan panik didefinisikan sebagai terjadinya paling tidak satu serangan panik yang tak terduga, yang diikuti oleh paling tidak 1 bulan satu atau lebih dari yang berikut ini:  ketakutan terus menerus akan mengalami serangan dimasa yang akan datang; kawatir tentang implikasi serangan atau akibatnya, atau perubahan  yang signifikan dalam perilaku yang berhubunagn dengan serangan (American Psychiatric Association, 1994).

Diagnosis gangguan panik pada anak mungkin sulit ditegakkan karena  adanya keterbatasan perkembangan kognitif. Anak kecil melaporkan takut menjadi sakit, tanpa menunjukkan gejala-gejala otonomik yang spesfik dan misinterpretasi gejala-gejala itu.

Gejala-gejala yang paling sering dilaporkan oleh anak dengan gangguan panik adalah takikardia, mual, flashes panas atau dingin, gemetar, pusing, berkeringat, sesak napas, depersonalisasi, derealisasi, dan sakit kepala.  Selain gejala-gejala itu juga ditemukan serangan panik dan penolakan untuk makan karena takut muntah pada anak dan remaja.

Serangan panik dan gangguan panik terjadi pada anak-anak tapi dengan frekuensi lebih kecil dibanding remaja (Ollendick dkk., 1994).  Serangan panik paling banyak dilaporkan oleh anak perempuan yang membuktikan adanya perkembangan pubertas yang lebih cepat, terlepas dari berapa pun usianya (Hayward dkk., 1992). Gangguan panik tampaknya lebih lazim  pada remaja perempuan dibanding remaja laki-laki (Kearney & Allan, 1995; Ollendick dkk., 1994).

 

Gejala-Gejala Terkait

Situasi-situasi yang paling sering dihindari oleh anak-anak dengan gangguan panik adalah restoran, kafetaria sekolah, kerumunan, ruang kecil, auditorium, elevator, taman, toko kelontong, pusat perbelanjaan,  di rumah sendiri, dan bioskop.  Anak dengan gangguan panik juga menghindari situasi sekolah seperti naik bis atau mengikuti kelas senam, atau bahkan menolak pergi ke sekolah.

Anak dengan gangguan panik mungkin juga mengalami gangguan penyerta sepreti gangguan kecemasan umum (GAD), fobia spesifik, SAD, dan depresi (Essau dkk., 1999’ Kearney dkk., 1997; Masi dkk., 2000).

 

Penerjemah Kedokteran  www.bahasadokter.com

Leave a Reply