LIMA KENDALA BAHASA

Mengapa bagi sebagian orang belajar bahasa Inggris itu susah, sedangkan bagi sebagian lainnya mudah? Paling tidak ada lima kendala bahasa yang menyulitkan penguasaan bahasa Inggris.

1.      Kendala bahasa yang pertama adalah kebiasaan buruk dalam menggunakan bahasa Indonesia.   Terlalu sering kita menggunakan struktur yang loncat-loncat dalam bahasa Indonesia. Ini menyulitkan transformasi struktur  S →P→O ke dalam bahasa Inggris. Terbiasa bertutur tidak urut: “Dicari seorang sekretaris”, akan menghasilkan struktur bahasa Inggris yang kacau: “Wanted a secretary“.

2.        Kendala kedua adalah kita juga sering menggunakan struktur tidak lengkap: “Dari table 2 menunjukkan…” yang tentu menghasilkan struktur  kacau: “From table 2 shows…. “. Tidak jelas “siapa  yang menunjukkan…. “, karena frasa “fram table 2″ hanyalah keterangan. Kalimat itu tidak punya subyek. Mestinya yang dimaksud adalah “Tabel 2 menunjukkan bahwa……” (Tabel 2 = subyek).

3.        Kendala ketiga adalah anggapan bahwa semua struktur bahasa Inggris adalah terbalik (inversi). Ini menyesatkan, karena sebagian besar struktur bahasa Inggris adalah urut. Yang terbalik hanya kata majemuk (dua kata atau lebih yang menggambarkan satu hal / obyek).   Contoh: horse race (pacuan kuda). Bahkan sebagian kata majemuk pun tetap urut seperti struktur bahasa Indonesia bila menyangkut (a) nama, (b) jabatan, (c) urutan (huruf / angka), dan (d) preposisi (misalnya, OF). Maka urut saja kita menyebut Former Prime Minister Abdullah Badawi (Mantan Perdana Menteri Abdullah Badawi).

4.        Kendala  keempat adalah bahwa bahasa Inggris mengenal dua macam kata kerja: (a) kata kerja arti dan (b) kata kerja fungsi. Sebagai syarat kelengkapan kalimat dibutuhkan kata kerja, entah kata kerja arti (go, sing, work,dll. ) atau kata kerja fungsi (To Be). Maka, kita bisa berkata “I come from Solo” (come=kata kerja arti), atau “I am from Solo” (am = kata kerja fungsi).

5.        Kendala kelima adalah bahwa Tenses menjadi momok bagi sebagian dari kita. Kita harus menghafal 16 Tenses secara parsial dan individual. Padahal kita bisa menguasai tenses  secara “analogis dan asosiatif”. Perlu diketahui bahwa 16 bentuk tenses itu sejatinya hanyalah merupakan interaksi dari 3 (tiga) rumus dasar: (a) TO BE + V ing  atau V3; (b) MODAL + V0; (c) PARTICIPIAL + V3. Jadi kalimat “I will have been working…. . ” sejatinya terbentuk dari struktur dasar “I work” yang dimodifikasi dengan tiga rumus diatas.

Apakah Anda juga mengalaminya? Ingat, berbahasa Indonesia yang baik dan benar sangat membantu penguasaan bahasa Inggris.

Drs. Supriyono, MM

Kunjungi www.pintarbahasa.com atau pintarbahasa@yahoo.com

Leave a Reply