SALAH MENERJEMAHKAN

Kita sering salah menerjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Kesalahan menerjemahkan itu disebabkan oleh kurangnya penyelarasan tata bahasa dan buruknya padan makna. Berikut ini contohnya.

1.        Lebih sulit menerjemahkan Bahasa Indonesia ke bahasa Inggris.

Kita kurang konsisten dalam menggunakan bahasa Indonesia: Tidak Lengkap dan Tidak Urut. Untuk menerjemahkan kedalam bahasa Inggris, pastikan kalimatnya LENGKAP dan URUT.

Contoh kasus:

“Di Indonesia giat membangun” (mestinya, “Indonesia (Subyek) giat membangun (Predikat)”)

“Ngapain jajan? Di rumah aja masak kok. ” (tidak jelas, siapa  (Subyek) yang memasak).

“Sulitnya belajar bahasa Inggris!” (harus ditambah Subyek Semu “It”, dan Predikat Semu  “is”. Terjemahannya menjadi “It is difficult to study English”.

2.        Struktur Bahasa Inggris adalah URUT (kecuali kalimat inversi).

Artinya Subyek diikuti Predikat dan selanjutnya Obyek atau Keterangan. Dalam menggunakan bahasa Indonesia, kita seringkali TIDAK URUT.

Contoh kasus:

“Diskon kami berikan pada 100 pembeli pertama”

(mestinya, Kami (Subyek) berikan (Predikat) diskon (Obyek Langsung) pada 100 pembeli pertama (Obyek Tidak Langsung). Bahasa Inggrisnya We (Subyek) give (Predikat) discount (Obyek Langsung) dan to the first 100 buyers (Obyek Tidak Langsung).

“Dicari, seorang sekretaris segera” mestinya, “Seorang sekretaris (Subyek) dicari (Predikat)” atau “PT X (Subyek) mencari (Predikat) seorang sekretaris (Obyek).

 

3.        Tidak Padan Makna

Kita terlalu ‘patuh’ pada penggunaan kategori kata sehingga hasil terjemahan menjadi kaku. Lihat ilustrasi berikut ini.

“A visit to grandmother” (bukan “suatu kunjungan (kata benda) ke nenek” tapi “mengunjungi (kata kerja) nenek”

“We go in groups” (bukan “kami pergi dalam kelompok” tapi “kami pergi berkelompok”

Since he is only a child, he doesn’t work. ” (since = because).

“The objective of this instruction is to make students learn. ” (objective = tujuan; instruction = pengajaran).

The solar system = tata surya (bukan system bahan bakar); royal family = keluarga bangsawan (bukan keluarga boros)

 

4.        Awas Kata Kerja “ING”

Sebagai kata kerja : She (Subyek) is waiting (Predikat) for you. Sebagai kata sifat / ke